Hari Metrologi Dunia 2014: Pengukuran dan Tantangan Energi Global

20 Mei adalah Hari Metrologi Dunia, memperingati ulang tahun dari penandatanganan Konvensi Meter pada tahun 1875. Perjanjian ini memberi dasar bagi suatu sistem pengukuran yang koheren di seluruh dunia.

Tema yang dipilih untuk 2014 adalah pengukuran dan tantangan energi global.
Dunia menghadapi tantangan energi global yang terus meningkat dalam beberapa dasawarsa mendatang. Inti dari masalah ini adalah meningkatnya permintaan energi, terutama dari negara-negara berkembang, ditambah dengan adanya kebutuhan untuk membatasi atau mengurangi gas rumah kaca. Menambahnyakeinginan untuk memiliki keragaman dan keamanan pasokan dan meningkatnya biaya untuk mengekstrak bahan bakar fosil, dan kita melihat tren ini untuk campuran besar sumber energi, termasuk energi terbarukan. Diversifikasi, dikombinasikan dengan tuntutan peningkatan efisiensi pembangkit energi, transmisi dan penggunaannya, berarti bahwa teknologi terus didorong untuk membatasinya.

Untuk memenuhi tantangan, kita perlu untuk meningkatkan kemampuan kita untuk mengukur seluruh rangkaian parameter. Sebagai contoh, pengukuran yang lebih akurat dari suhu manufaktur atau permukaan bentuk pisau turbin akan memungkinkan peningkatan efisiensi. Kualitas daya pengukuran akan membantu meningkatkan stabilitas transmisi grid, yang saat ini juga harus berhadapan dengan variabel input dari turbin angin dan sel fotovoltaik, dll. Lebih kompleks lagi meter listrik diperlukan untuk memastikan energi yang kita beli, atau bahkan dijual, adalah benar.

Di seluruh dunia, Institusi Metrologi Nasional terus-menerus mengembangkan ilmu pengetahuan pengukuran dengan mengembangkan dan memvalidasi teknik pengukuran baru di tingkat apapun kecanggihan yang diperlukan. Mereka juga berpartisipasi dalam uji banding yang dikoordinasikan oleh Bureau International des Poids et Mesures (BIPM) untuk memastikan keandalan dari hasil pengukuran di seluruh dunia.

Banyak alat ukur yang dikendalikan oleh hukum atau tunduk pada peraturan regulasi, sebagai contoh skala yang digunakan untuk menimbang barang-barang di toko, instrumen untuk mengukur pencemaran lingkungan, atau meter digunakan untuk tagihan energi. Internasional organisasi dari hukum Metrologi (OIML) mengembangkan rekomendasi internasional, yang tujuan adalah untuk menyelaraskan dan menyelaraskan persyaratan untuk jenis instrumen di seluruh dunia.

Pertemuan dan Presentasi Ilmiah Kalibrasi, Instrumentasi dan Metrologi ke-40


Pertemuan dan Presentasi Ilmiah KIM (PPI KIM) merupakan agenda kegiatan tahunan Puslit Kalibrasi, Instrumentasi dan Metrologi Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (KIM LIPI). Dalam usaha untuk memperkuat jaringan metrologi nasional yang erat kaitannya dengan peningkatan kualitas dan inovasi, maka Puslit KIM LIPI bermaksud menyelenggarakan Pertemuan dan Presentasi Ilmiah Kalibrasi, Instrumentasi dan Metrologi ke-40 dengan tema ‘Penguatan Jaringan Metrologi Nasional untuk Peningkatan Kualitas dan Inovasi Produk Dalam Menghadapi Masyarakat Ekonomi ASEAN 2015

Masyarakat Ekonomi ASEAN yang disepakati oleh para pemimpin ASEAN untuk diimplementasikan pada tahun 2015 nanti sebagai salah satu pilar Masyarakat ASEAN yang diharapkan dapat memosisikan ASEAN sebagai salah satu kekuatan ekonomi dunia melalui aliran bebas barang, aliran bebas investasi, aliran bebas modal, kesetaraan pembangunan ekonomi, dan pengurangan kesenjangan sosio ekonomi antar negara-negara anggota ASEAN. Bagi bangsa Indonesia realisasi Masyarakat Ekonomi ASEAN dalam kurun waktu 1 (satu) tahun ke depan merupakan peluang besar sekaligus tantangan yang berat.

Di dalam konteks pasar tunggal dan basis produksi ASEAN, Indonesia memiliki potensi yang sangat besar untuk dapat menjadi basis produksi terbesar di ASEAN dan juga merupakan pangsa pasar terbesar di ASEAN. Dalam kondisi ini, Indonesia berpotensi untuk dapat mendominasi pasar ASEAN dengan memanfaatkan potensinya, di sisi lain Indonesia juga berpotensi untuk digunakan sebagai tujuan pasar negara ASEAN lainnya terkait dengan jumlah penduduk Indonesia yang terbesar di ASEAN. Penguatan posisi dalam masyarakat ekonomi ASEAN  merupakan pintu untuk dapat mendapatkan keuntungan yang lebih besar dengan globalisasi dan regionalisasi perdagangan, karena ASEAN kemudian juga menyepakati ASEAN-China FTA, ASEAN-Australia-New Zealand FTA, ASEAN-Korea-Jepang FTA, ASEAN-India FTA, dan kemungkinan dengan kerjasama bilateral lainnya yang dipandang potensial untuk memperkuat ekonomi ASEAN melalui Masyarakat Ekonomi ASEAN. Keberhasilan untuk memfasilitasi Indonesia dalam Masyarakat Ekonomi ASEAN ini diharapkan dapat menjadi landasan untuk menghadapi regionalisasi perdagangan Asia Pacifc Free Trade Area (AFTA) tahun 2020.

Dalam ASEAN Framework Agreement on MRA, standar, penilaian kesesuaian dan metrologi disepakati menjadi tiga pilar utama untuk memfasilitasi aliran produk secara bebas diseluruh wilayah ASEAN. Ketersediaan jaringan metrologi nasional yang mampu memenuhi kebutuhan penerapan standar dan kegiatan penilaian kesesuaian menjadi pondasi bagi bangsa Indonesia untuk dapat memenuhi ketentuan yang telah disepakati dalam ASEAN Framework Agreement on MRA. Tanpa jaringan metrologi nasional yang kuat yang dapat mencakup seluruh wilayah tanah air, penerapan standar dan kegiatan penilaian kesesuaian di Indonesia tidak akan dapat digunakan untuk memfasilitasi peredaran produk nasional di negara-negara ASEAN lainnya.

Puslit KIM LIPI sebagai pengelola teknis ilmiah SNSU yang menjalankan fungsi lembaga metrologi nasional, beserta laboratorium kalibrasi yang melaksanakan fungsi metrologi industri dan, lembaga metrologi legal yang melaksanakan fungsi pengawasan alat ukur dapat berperan aktif di dalam mensukseskan usaha pemerintah tersebut dengan membentuk infrastruktur metrologi yang kokoh dan sehat karena di dalam penciptaan ataupun inovasi suatu produk yang unggul tidak lepas dari kegiatan pengukuran yang baik dan benar.

Infrastruktur metrologi nasional yang kokoh diperlukan untuk memastikan ketertelusuran pengukuran dalam kegiatan standardisasi dan penilaian kesesuaian, yang pada akhirnya dapat meningkatkan daya saing dan inovasi dalam rangka peningkatan ekonomi bangsa Indonesia. Kebijakan pelayanan kalibrasi nasional berbasis piramida ketertelusuran yang sehat dengan nama jaringan metrologi nasional telah disepakati dan diterapkan. Dengan sistem ini diharapkan masing-masing elemen dalam infrastruktur metrologi nasional dapat menjalankan fungsinya dengan lebih baik.

Tujuan

1. Membangun sistem komunikasi terpadu untuk memperluas wawasan dalam metrologi, instrumentasi pengukuran dan ilmu lain yang terkait

2. Menyajikan hasil penelitian dan gagasan mengenai metrologi, instrumentasi pengukuran dan ilmu lain yang terkait

3. Meningkatkan kemitraan antar pakar , peneliti,  praktisi dan para pemangku kebijakan yang bergerak atau berkepentingan dalam menghadapi Masyarakat Ekonomi ASEAN 2015

4. Memicu penelitian dan penerapan metrologi, instrumentasi pengukuran dan ilmu lain yang terkait untuk meningkatkan kualitas dan inovasi dalam menghadapi Masyarakat Ekonomi ASEAN 2015

Selengkapnya buka di http://ppikim-lipi.com/

International Seminar on Instrumentation, Measurement and Metrology (ISIMM 2014)

CALL FOR PAPERS

The 2014 International Seminar on Instrumentation, Measurement and Metrology (ISIMM 2014) will take place in Yogyakarta, Indonesia, August 27-28, 2014. It is jointly organized by Universitas Gadjah Mada (UGM) and Institut Teknologi Bandung (ITB). Moreover, Indonesian Physical Society (HFI)Physics and Applied Physics Society of Indonesia (PAPSI)National Standardization Agency of Indonesia (BSN),Research Center for Calibration, Instrumentation and Metrology (Puslit KIM-LIPI)Calibration Laboratory - LPPT UGM, and Indonesian Society for Non-Destructive Testing (AUTRI) will provide technical supports to this seminar.
Prominent researchers and scientists from around the world will join together in the seminar to share their latest research results and exchange their ideas. In addition, direct contacts among the researchers and scientists will therefore promote international research networking as well as collaboration in the future.
The seminar will include plenary speeches, invited presentations, and contributed presentations (oral and poster). All accepted papers from the ISIMM 2014 will be published in one of international journals such as APPLIED MECHANICS AND MATERIALS, which is indexed in EI Compendex, Thomson ISTP, and Elsevier SCOPUS databases.
Following the seminar, Workshop on Non-Destructive Testing (NDT) will be held on August 29-30, 2014 in the same venue.

IMPORTANT DATES

Extended abstract submission due: May 11, 2014
Extended abstract acceptance notification: May May 25, 2014
Full paper submission due: July 24, 2014
Seminar days: August 27-28, 2014
Workshop days: August 29-30, 2014


PLENARY SPEAKERS


  • Prof. Rini Akmeliawati*, International Islamic University Malaysia, Malaysia
  • Prof. Agus Budiyanto, Konkuk University, Korea
  • Prof. Deddy Kurniadi, Institut Teknologi Bandung, Indonesia

Sambutan Menteri Negara Riset dan Teknologi, Hari Metrologi Dunia, Jakarta, 22 Mei 2013

Bismillahirrahmanirrahiim


Yang saya hormati, Kepala BSN Prof. Dr. Ir. Bambang Praseya, M.Sc. selaku Ketua Komite Standar Nasional Satuan Ukuran (KSNSU).
Honorable Guest Speaker : Prof. Manfred Kochsciek tenaga ahli dari PTB Jerman yang bersedia untuk hadir selaku pembicara
Tamu dalam acara ini serta para Narasumber dalam talkshow dalam peringatan Hari Metrologi Dunia.
Yang saya hormati, Saudara-Saudara pejabat LPNK di lingkungan Kementerian Riset dan Teknologi Rl.
Yang saya hormati, Saudara-Saudara pejabat Kementerian yang hadir dalam acara ini.
Serta para undangan dan hadirin seminar dan talkshow,

Assalamu'alaikum wa rahmatullahi wa barakatuh, Selamat pagi, dan Salam sejahtera untuk kita semua.

Puji syukur kita panjatkan kepada Allah SWT, yang telah memberikan karunia kesehatan dan kebahagiaan kepada kita semua, sehingga hari ini kita dimudahkan langkahnya hingga dapat berkumpul bersama dalam acara Seminar dan Talkshow Hari Metrologi Dunia yang diperingati bersamaan dengan Hari Kebangkitan Nasional setiap tanggal 20 Mei.

Tema peringatan Hari Metrologi Dunia tahun 2013 ini di tingkat internasional adalah "PENGUKURAN DALAM KEHIDUPAN SEHARI- HARI (measurement in daily life). Tema ini ditetapkkan oleh the International Bureau of Weight and Measures (BIPM) dan the International Organization of Legal Metrology (OIML) untuk mengingatkan kepada kita semua betapa proses pengukuran tidak dapat dipisahkan dari kehidupan kita sehari-hari, melihat waktu di jam tangan kita, menimbang belajaan di pasar, mengisi bahan bakar kendaraan kita, memeriksa tekanan darah, dan berbagai kegiatan lain dalam kehidupan kita.

Metrologi merupakan ilmu pengetahuan tentang pengukuran yang benar, handal dan tertelusur ke the Standard International system of Units (SI units).

Metrology mencakup aspek teoritis (scientific metrology) dan praktis pengukuran baik penerapan dalam dunia industri (applied metrology), maupun penerapan untuk kepentingan keamanan, kesehatan, dan keselamatan warga negara serta kelestarian lingkungan hidup melalui regulasi pemerintah (legal metrology).

Karena itu sangat relevan BSN mengangkat tema seminar dan talkshow
"KEBANGKITAN SISTEM PENGUKURAN NASIONAL"

dengan menyertakan pakar dalam bidang metrology dan pihak-pihak pertama yang relevan dalam merealisasikan kebangkitan ini seperti:

    Lembaga Penelitian dan Pengembanggan Standar Nasional Satuan Ukuran terkait dengan ilmu pengetahuan kemetrologian (scientific metrology) seperti Litbang Perguruan Tinggi, Litbang dan pusat-pusat standardisasi di Kementrian, LIPI, dan pihak-pihak lain yang relevan.
    Praktisi Industri yang sudah/atau yang akan menerapkan Standard Nasional Satuan Ukuran dan para pelaku usaha dalam menerapkan pengukuran yang benar, handal dan tertelusur ke SI units (applied metrology)
    Institusi pemerintah yang relevan dengan proses pengukuran dan alat ukur bagi proses-proses pengukuran untuk kepentingan; keamanan, kesehatan, dan keselamatan warga negara serta kelestarian lingkungan hidup (legal metrology).
    BSN khususnya organ Komite Standar Nasional Satuan Ukuran (KSNSU) yang berperan dalam koordinasi menyatukan tiga pilar infra strukrtur mutu yaitu metrology, standardisasi dan penilaian kesesuaian.


Hadirin yang saya hormati,
Peta Jalan (Road Map) untuk Penataan Sistem Pengukuran Nasional yang mencakup penataan kelembagaan di bidang metrologi dan penguatan ilmu pengetahuan kemetrologian adalah objektif seminar ini. Road map menjadi input proses berikutnya yaitu sistem pengukuran nasional dan infrastruktur (kelembagaan) bidang kemetrologian yang tertelusur ke Standard International (SI) units.

Hadirin yang saya hormati,
Daya saing sebuah bangsa, dalam konteks globalisasi dapat dipahami sebagai kemampuan sebuah bangsa untuk dapat diterima sebagai pemain dalam rantai produksi dan transaksi global.

Untuk dapat bersaing dalam rantai produksi dan transaksi global, sebuah bangsa harus mampu memenuhi persyaratan-persyaratan produksi dan transaksi yang ditetapkan oleh para pemain dalam pasar global dan mampu menerapkan aturan-aturan dalam pasar dalam negeri untuk melindungi seluruh kepentingan bangsa.

The Agreement on Establishing World Trade Organization (WTO), khususnya World Trade Organization Agreement on Technical Barrier to Trade (TBT) merupakan kesepakatan internasional yang harus dapat dimanfaatkan oleh bangsa untuk meningkatkan daya saingnya. Hanya produk dan jasa yang bermutu yang dapat bersaing dalam pasar global.


Produk dan jasa yang bermutu adalah produk dan jasa yang memenuhi persyaratan regulasi teknis yang ditetapkan oleh pasar global sesuai dengan kesepakatan dalam WTO. Sesuai dengan WTO agreement on TBT, persyaratan regulasi teknis harus didasarkan pada standar (dokumen) internasional yang ditetapkan oleh organisasi standardisasi internasional.

Saat ini kita juga dihadapkan dengan kebijakan masyarakat ekonomi ASEAN, yang dikenal dengan Asean Economic Community pada tahun 2015, yang mewajibkan Indonesia untuk menjalankan kesepakatan peraturan perdagangan yang sama di antara negara-negara ASEAN lainnya, termasuk di dalamnya harmonisasi standar. Harmonisasi standar ini hanya akan efektif apabila ke tiga pilar infrastruktur mutu setara antar satu negara dengan lainnya di tingkat ASEAN. Ketiga pilar tersebut yaitu standard, metrologi dan penilaian kesesuaian.

Kesesuaian terhadap sebuah standar internasional hanya dapat diterima dalam pasar global bila didasarkan pada proses penilaian kesesuaian yang kompeten.

Hasil penilaian kesesuaian hanya dapat diterima bila seluruh proses pengukuran yang dilakukan tertelusur melalui Standar Nasional Satuan Ukuran (SNSU) ke definisi satuan dalam the Standard International system of Units.

Inilah yang kita harus pahami, tidak ada daya saing bila infrastruktur mutu tidak diterapkan dan diakui kesetaraannya dengan pasar ASEAN atau pasar global.

Hadirin sekalian yang saya hormati,
Infrastruktur mutu terkait pilar standardisasi, kita fokuskan Badan Standardisasi Nasional (BSN) menjadi focal point-nya, Infrastruktur penilaian kesesuaian ada Komite Akreditasi Nasional (KAN); Keduanya sudah berjalan beriringan dan pengakuan International terus menerus dipertahankan.

Disisi lain harus kita akui bahwa posisi penelitian dan pengembangan Standar Nasional Satuan Ukuran (SNSU) kita saat ini berada dalam posisi yang tidak membanggakan, meskipun kita tidak boleh menutup mata atas keberhasilan yang telah dicapai oleh seluruh pihak yang telah melaksanakan tugas penelitian dan pengembangan SNSU. Bahkan, bila dibandingkan dengan negara-negara tetangga kita di ASEAN, yang dulu berkiblat ke Indonesia dalam pengembangan standardisasi, termasuk SNSU, saat ini mereka telah dapat mencapai pengakuan internasional terhadap SNSU-nya, dalam level yang lebih baik dari kita. Negara-negara tersebut, khususnya adalah Thailand, Singapore, dan Malaysia, yang saat ini tampak mulai mengembangkan industrialisasi dengan lebih baik.

Dengan tetap menghargai keberhasilan yang telah dicapai oleh berbagai pihak terkait, sudah selayaknya kita mulai menata kembali dan memperkuat sistem penelitian dan pengembangan ilmu pengukuran, dan penelitian dan pengembangan Standar Nasional Satuan Ukuran untuk memiliki pondasi yang lebih baik bagi perkembangan teknologi, bagi perkembangan industri, bagi perlindungan keselamatan masyarakat dan lingkungan hidup serta bagi peningkatan daya saing nasional dalam perdagangan regional maupun global.

Hadirin sekalian yang saya hormati,
Kita sebagai bangsa Indonesia, memeringati tanggal 20 Mei sebagai Hari Kebangkitan Nasional, dan dalam peringatan Hari Metrologi Dunia 2013 ini, saya berharap, momen peringatan hari metrologi dunia di Indonesia tahun ini dapat menjadi momen "Kebangkitan Sistem Pengukuran Nasional" dalam mendukung daya saing nasional menghadapi pasar tunggal ASEAN 2005 dan pasar global, sesuai dengan tema nasional yang dipilih oleh Komite Standar Nasional Satuan Ukuran (KSNSU) dalam peringatan Hari Metrologi Dunia: "KEBANGKITAN SISTEM PENGUKURAN NASIONAL: Syarat Mutlak Peningkatan Daya Saing Nasional dalam Masyarakat Ekonomi ASEAN 2015 dan Pasar Global".

Saya berharap, seluruh pihak yang berkaitan dengan metrologi, dapat bersinergi untuk membangkitkan kembali sistem pengukuran nasional. Pengembangan ilmu pengukuran, penelitian dan pengembangan standar nasional satuan ukuran, penerapan peraturan perundang-undangan di bidang kemetrologian harus dikembangkan secara sinergis untuk kepentingan nasional. Tanpa sinergi dari seluruh pihak terkait, sangat sulit untuk dapat mewujudkan cita-cita Kebangkitan Sistem Pengukuran Nasional kita.

Hadirin sekalian yang saya hormati,
Saya yakin, bahwa kita semua akan mampu mewujudkan sistem pengukuran nasional sebagai salah satu sistem pengukuran terbaik di tingkat regional ASEAN atau bahkan di tingkat internasional, bila kita semua bekerja secara harmonis, satu pihak dengan lainnya saling menghormati kewenangan dan tanggungjawabnya, mengambil tanggungjawab dengan penuh kesadaran dan kebersamaan.

Dan dengan ini saya menyatakan bahwa acara peringatan Hari Metrologi Dunia 2013 secara resmi dibuka. Selamat berdiskusi, semoga hasil dari diskusi hari ini dapat digunakan sebagai dasar bagi Komite Standar Nasional Satuan Ukuran (KSNSU) dalam penyusunan strategi dan roadmap nasional untuk mewujudkan Kebangkitan Sistem Pengukuran Nasional.

Sekian,
Wassalamualaikum wa rahmatullahi wa barakatuh.

Menteri Negara Riset dan Teknologi
Gusti Muhammad Hatta


Sumber: http://www.ristek.go.id/index.php/module/News+News/id/13349
 
© Copyright 1945-2045 Metrologi di Indonesia